Colour me bad …

Tanpa ku sadari, ku bangun seluruh otot ditubuhmu setiap hari selama 13th tanpa pernah bertanya,  “Apa yang kamu mau? Apa yang kamu sukai?

Bad Obsession:

~ oleh ballax di/pada Februari, 2008.

5 Tanggapan to “Colour me bad …”

  1. Saya nggak banyak tahu tentang tinju, tapi saya suka motogp. Saya banyak baca tentang pembalap motogp. Rossi salah satu contohnya. Saya bahkan punya buku otobiographinya, yang saya tahu Rossi berhasil kayak sekarang karena andil besar dari ayahnya. Stoner yang paling banyak diberitakan, bagaimana ayahnya rela menjual tanahnya dan merantau demi karir Stoner dibalap. Banyak lagi orang berhasil yang memang berjuang keras di masa kecil didampingi sang ayah. Banyak ayah yang udah berkorban habis-habisan demi anaknya. Ada yang ngorbanin waktu, tenaga bahkan perasaan (siapa yang suka anaknya dipukulin!?). Terlepas dari berhasil atau gagal, menang atau kalah, ayah sudah berusaha memberi yang terbaik! Sungguh beruntung anak yang punya ayah yang peduli dan menunjukkan jalan! Banyak yang cuma bisa ngasih uang dan marah-marah! Saya jadi rindu pada ayah…, semoga allah membalas semua kebaikan ayah-ayah kita! Amien!

    69 Sad:
    Wah naga-naganya punya c’rita melon juga nee …!? :cry: Jadi p’nsran.. critain dunk Mas, kapan2!? :smile:

  2. Bismillaahirrohmaanirrohiim,.
    ( Dengan nama Alloh, yang Maha Pengasih dan Penyayang )
    Rosulluloh SAW bersabda :
    “Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci), maka bapak dan ibunyalah yang kemudian menjadikannya, yahudi, nasrani, dan majusi.” ( Hadits Riwayat Bukhari Muslim, AbuDaud, Turmudzi, Imam Malik, Imam Hambali )

    Keteladanan merupakan faktor dominan dan sangat menentukan bagi keberhasilan seorang anak, setiap anak akan menjadikan orang tuanya sebagai figur dan teladan dalam hidupnya. Pepatah mengatakan ” Like Father Like Son” ceuk bahasa sundanamah “Budak mah kumaha KOLOT” (:smile: Hehehe teu nyambung)

    Yang ingin saya ceritakan disini adalah suatu kisah sederhana yang menggambarkan bagaimana hebatnya seorang Ibu bagi anak-anaknya, kasih sayang seorang Ibu merupakan dasar pembentukan pribadi anak.
    Saya dibesarkan oleh seorang Ibu yang Insya Alloh Sholehah dengan tangan besinya, tanpa mengenal lelah saya dididik dengan penuh-penuh Kasih Sayang, sampai seperti sekaramg ini.

    Seperti Kutipan Lagu berikut ini :
    “Kasih Ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai Sang Surya yang menyinari dunia.”
    Lagu tadi menggambarkan bagaimana mulianya seorang Ibu tanpa pamrih.
    Ibu juga yang mengandung janin, melahirkan anak, menimangnya, mengasuh dan menyusui.
    Firman Alloh dalam Al-Qur`an Surat Luqman Ayat : 31, yang artinya “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun”.

    Memelihara dan mendidiknya, menyiapkan untuk hari esok yang lebih baik, menyiapkan untuk menghadapi segala macam perjuangan, mengisi akal dan jiwa serta mentalnya degan akhlaq budi pekerti dan moral yang tinggi.
    Jika ayah keluar, anak tinggal dirumah bersama Ibu, sampai umur 6 tahun akalnya belum sempurna, Ibulah yang bertugas mengisi dan menyempurnakannya. Ketika bayi, si bayi bangun menangis, Ibu yang bangun, dengan perasaan iba dan kasih sayang bayi didekati, dan di timang agar diam.
    Saya jadi ingat waktu dulu kecil, Ibu selalu menimang dengan alunan Sholawat Nabi dan Lagu Nina Bobo. Begitu mulianya seorang Ibu. Rosulluloh SAW Bersabda : “Surga itu di bawah telapak kaki Ibu ”

    “Seorang lelaki berkata : wahai Rosulluloh siapakah yang paling berhak mendapatkan perlakuan yang baik dariku? Rosulluloh menjawab : Ibumu! lalu siapa? Beliau tetap menjawab : Ibumu! orang itu sekali lagi berkata : lalu siapa? Beliau menjawab : Ibumu! ketika orang itu bertanya untuk yang ke empat kalinya : lalu siapa? bapakmu.”
    Ibu ada dan tiada dirimu kan selalu ada dalam hatiku.

    Sebenarnya masih banyak lagi cerita kehebatan-kehebatan seorang Ibu, selain menjadi pendidik bagi anak-anaknya di rumah, Ibu-ibu kita adalah Wanita yang Mulia. (saya punya buku tentang wanita menurut konsep Alloh)

    Terakhir…
    Ada Kutipan Puisi Karya : Kalil Gibran
    ” ANAKMU BUKANLAH ANAKMU …”
    Boleh jadi kau kandung tubuhnya, tapi tidak jiwanya, karena jiwa mereka tinggal di rumah masa depan yang kau tak bisa kunjungi, walaupun hanya dalam mimpi.

    Hampir dua puluh abad sebelum masa penyair Lebanon yang puisinya di kutip di atas, Khalifah Ali Bin Abi Thalib dalam sebuah riwayat dan Khalifah Umar Bin Khatab pernah berujar : ” DIDIKLAH ANAK-ANAKMU UNTUK SUATU ZAMAN YANG BUKAN ZAMANMU ”
    Yang jelas setiap anak adalah Individu yang ” UNIK ”

    Alhamdulillahiirrobil`alamiim.,
    (Segala Puji bagi Alloh, Tuhan semesta alam)

    _____________________

    Sad: B4ll4x

    Setujuuu….u! Kalo surga itu berada ditelapak kaki ibu dan bukan diantara kedua belahan kakinya. :smile:
    Untuk sebagian orang mendidik anak sepertinya begitu mudah. Mereka jadikan anak2 mereka tumbuh besar menjadi dirinya sendiri! So pasti anak2 seperti itu akan sangat bahagia hidupnya, begitu juga mereka yang telah membesarkannya. Semoga Ballax dapat mengambil hikmah dari kesalahannya, karena lebih melihat fisik dibanding jiwa sang anak. :cry:
    “ANAKMU BUKANLAH ANAKMU!” Insyaallah, kalimat tersebut akan menjadi landasan dalam membesarkan adik2nya. Amien.

  3. Anak merupakan perhiasan hidup didunia, mereka merupakan permata hati dan penyedap mata.
    Seperti yang di firmankan Alloh dalam Qur`an Surat Al-Kahfi : 46
    ” Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia ”

    Itulah salah satu fungsi anak-anak dalam kehidupan di dunia, sedang diakhirat, Rosululloh SAW menerangkan tentang hal ini,
    ” Anak-anak merupakan tanaman wangi sorga ”
    ( Riwayat At-Turmudzi dari Khaula Binti Hakim )

    Umar ra, menyatakan bahwa Rosululloh bersabda :
    ” Apabila seseorang meninggal dunia, putuslah amal perbuatannya, kecuali tiga perkara yaitu Sodaqoh Jariah, Ilmu yang Bermanfaat dan anak Sholeh yang mendo`akan kedua orang tuanya. ”
    ( Riwayat Bukhari, Muslim, Abu Daud )

    Qur`an Surat Al-Furqan : 74
    ” Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami Imam bagi orang-orang yang bertaqwa. ”

    Qur`an Surat Ali Imran : 38
    ” Wahai Rabb ku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar Do`a. ”

    ” Ya Alloh, jadikanlah anak kami anak yang shalih, shalihah, umurnya panjang, fisiknya sehat, lisannya fasih membaca Al-Qur`an dan Hadits, rizkinya luas, taat dan patuh melaksanakan perintah Mu, dan menjauhi larangan Mu, dengan Rahmat Mu ya Alloh yang Maha Kasih Sayang. “

  4. Anak merupakan penangkal Ibu Bapaknya dari api neraka.
    Riwayat dari Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa`id Al-khudri ra,
    Nabi SAW bersabda :
    ” Tidak seorangpun dari kalian yang memiliki tiga orang anak yang meninggal dunia, melainkan anak-anaknya itu menjadi tirai baginya dari api. Salah seorang dari mereka bertanya : ” Bagaimana kalau hanya dua orang ?” Maka Beliau menjawab : ” Meskipun hanya dua orang saja. ”

    Dengan sebab Sang Anak, Ibu Bapaknya dapat Masuk Surga.
    Hasan berkata : ” Dua orang anak saya telah meninggal dunia, lalu saya bertanya pada Abu Hurairah, ” Pernahkah engkau mendengar berita gembira dari Rosul SAW tentang anak-anak yang meninggal dunia yang dapat kau ceritakan ? Maka Abu Hurairah menjawab : ” Ya, anak-anak itu bagaikan TURIS didalam SORGA, mereka akan menyambut kedatangan orang tuanya, memegangi ujung pakaiannya, atau menuntun tangannya, dan tidak akan dilepasnya hingga Orang Tuanya Masuk Sorga

  5. Selamat Hari Anak…..( 23 JUli ) Semoga Anak-anak mu jadi anak Sholeh, Sholehah. Aamiin

Tinggalkan Balasan