Ada apa dengan peserta DIKLATPIM?
Ternyata dibalik pintu gerbang DIKLATPIM Sawangan – Bogor, tersimpan segudang cerita lain yang menarik dan unik! Kehidupan dibalik asrama, memang sering kali mampu hadirkan sisi lain kehidupan manusia yang terkadang di luar nalar kita. Masih ingat cerita seputar Kampus APDN!? Mereka juga sama seperti kita menyandang status sebagai PNS.
___________________________________________________
Sekembalinya dari Diklatpim, banyak teman gw yang tampak penasaran, dan berkeinginan untuk mengetahui banyak hal seputar diklatpim di Sawangan – Bogor, baik persyaratan sebagai peserta, prosedur keberangkatan, maupun pengalaman selama hampir tiga bulan tinggal di sana.
Keingin tahuan mereka bisa dimaklumi, mengingat status mereka yang juga sama2 PNS, namun belum berkesempatan melaksanakan kewajiban sebagai peserta Diklatpim. Tapi ada satu pertanyaan dari seorang teman yang tampak ngotot, dan pertanyaannya itu sungguh2 telah mampu membangunkan memori gw untuk kembali mengingat serta mau bercerita seputar pengalaman gw selama tinggal di sana.
Walau terasa agak basi untuk diceritakan tapi gak ada salahnya khan!? Toh masih banyak teman2 kita yang belum berangkat ke sana. Lagian tuh, kayanya gak ada yang jamin kalo pengalamanku ini tidak akan berguna dan dapat menambah wawasan teman2 kita calon peserta Diklatpim berikutnya.
Baiklah, asal mula pertanyaan temanku itu sepertinya timbul dari rasa penasarannya, setelah mendengar banyaknya kabar bau yang di bawa tahi burung yang kebetulan jatuh di telinganya. Kabar adanya cinlok, perselingkuhan, ML, Hantu gentanyangan, hingga bubarnya rumah tangga peserta sekembalinya dari sana! Kabar2 bau tersebut rupanya mampu menenggelamkan kabar seputar capeknya perjuangan daku untuk menjadi yang terbaik di sana! 
Untuk itu kisahku di bawah ini barangkali bisa menambah wawasan teman2 PNS yang belum dapat panggilan, dan jika kelak mendapat panggilan-Nya, (mati kalee!) di harapkan mereka tidak akan begitu shock karena telah sedikit mengenal sikon di sana dari ceritaku ini. Selebihnya mereka dapat menyiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu, baik kesiapan materi, fisik, dan mental. Oh yak, mengenai apa pertanyaan temanku itu, telah kujadikan judul tulisanku di atas! Baiklah aku mulai saja ceritanya yaaa…!? Iya!
DIKLATPIM di Sawangan – Bogor, dari apa yang saya baca “dimaksudkan sebagai salah satu upaya institusi untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, kepemimpinan, dan sikap aparaturnya agar dapat melaksanakan tugas jabatan struktural Eselon IV maupun Eselon III secara profesional dengan dilandasi kepribadian dan etika sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS)”. Lainnya, “menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa”. Harapan yang tinggi dari institusi sekembalinya mereka dari kawah candradimuka yaitu, “mereka diharapkan sudah memiliki kompetensi yang sesuai dengan persyaratan Jabatan Struktural Eselon yang diikutinya disertai sikap dan semangat pengabdian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman dan pemberdayaan masyarakat, menciptakan kesamaan visi dan pola pikir dalam melaksanakan tugas institusi demi terwujudnya tatakelola yang baik”.
Institusi gue sendiri, kalo saya tidak salah, yak betul! Setiap tahunnya senantiasa mengirimkan pegawainya ke Sawangan – Bogor untuk mengikuti Diklatpim tersebut. Sedangkan latar belakang penyelenggaraan Diklatpim diknas umumnya yaitu “UU Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, PP Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan PNS, Keputusan kepala LAN Nomor 193/XIII/10/6/2001 tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Diklat Jabatan PNS dan Keputusan Kepala LAN Nomor 541/XIII/10/6/2001 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan”.
PIM tersebut juga konon katanya, “mempunyai nilai dan arti yang strategis bagi upaya penyiapan tenaga – tenaga potensial calon pemimpin yang mempunyai sikap mental yang baik sekaligus kemampuan dibidang oprasional dan teknis administrasi, selain mengadung nilai investasi jangka panjang yang nantinya akan meningkatkan produktifitas kerja sehingga tercipta PNS yang professional sesuai dengan kompetensi jabatan yang dipersyaratkan”. Amien! Kita do’ain aja yaa…
Tapi itu lain cerita, yang jelas kalo boleh saya tebak!? Temen2 sendiri umumnya mengacungkan telunjuknya tinggi-tinggi untuk ke Sawangan – Bogor karena UU dan PP itu tadi! “Maksud lo!? Hanya untuk memenuhi persyaratan formal saja!”.
Auk ach gelap! Emang gue pikirin!? Yang mau gue ceritain disini bukanlah hal2 yang bersifat formil, tapi cerita tentang sisi lain atau sisi kelam kehidupan peserta Diklatpim di Sawangan – Bogor! Kehidupan dibalik camp atau asrama dalam waktu yang relatif cukup lama, memang seringkali mampu hadirkan cerita lain yang terkadang di luar nalar kita. Masih ingat cerita kelam di balik kehidupan Kampus APDN!? Mereka juga sama seperti kita menyandang status sebagai PNS. Bedanya peserta Diklatpim umumnya udah pada merit dengan usia yang gak lagi muda.
Membandingkan camp DIKLATPIM di Sawangan – Bogor dengan Camp APDN di Jatinangor – Sumedang memang gak fair, namun mengingat peserta diklatpim di Sawangan sudah pada punyak komit terhadap pasangan idupnya masing2, dan sudah mampu berpikir dewasa, pan sudah tua-an! Jadi merupakan suatu yang baru dan suprise buat gue, kala tau di balik gerbang asmara … eh salah! Asrama Diklatpim Sawangan – Bogor ada juga tersimpan cerita yang tidak kalah menarik!!!
Tuch die coi yang pengen gue ceritain di sini…!!! Jadi ikutin terus ye kisahnye mumpung ni hari gue lagi inget dan sok pintar! Soalnya sape tau besok – besok gue lupe dan bodoh lagi, seperti kemaren dan kemarennye lagi!

Selamat ya launching blog ente. Ashik punya, gile abis pake media player! Cerita ente bisa ane copy, khususnya kebutuhan cinlok selama di sana!
See you! Wassalamu’alaikum wr. wb.
Alumnus diklatpim IV tahun 2003.
gw kangen tmen diklat juga Angk2006!!!!!!!!!!!!!
dont sLeep away tihs night ya babE…
ah ceritanya masih kurang seru tuh padahal masih banyak lagi yang asyik asyik terutama pada waktu pagi hari kita semua bangun pagi tuk senam kecuali yang ga senam tentu ga punya cerita indah deeeh, dan juga setelah makan malam kita berjalan bersama menuju kamar masing masing itu deh yang yang paling asyiik bangeet, rasanya pingin deh diulang kembali, tapi ada juga yang paling hebat lagi asyiknya yaitu waktu kita membuat tugas wah bingung deh karena kebanyakan ga bawa komputer dan printer ahirnya nyuruh orang deh, he he dasar ibu ibu mau nya selesai tapi ga susah tapi bagi aku pribadi rasanya PIM IV ini benar benar telah merubah segalanya, mau tau ga? Kalau teman mau tau telp saya, pesan saya laksanakan pendidikan ini karena pendidikan ini berguna bagi semua PNS dimana saja, oh ya jangan samakan donk PIM IV dg APDN sangat beda ah, dah ya!
Somehow i missed the point. Probably lost in translation
Anyway … nice blog to visit.
cheers, Meiosis!
Alhamdulillah….. baru aj gw selesai diklatpimIV tgl 18/9/08 kemaren, puasa-puasa men, kudu belajar, kudu bikin kkk, kkol, kkp… busyeeeet dech, tapi tetep asyiiiikkk.
Oom balks…. sori banget, aye bkn dari unpad tapi dari ut pusat. Paling enak emang cerita di luar perkuliahan yaitu cinlok, emang tuh adaaa aj, ghimana kagak cinlok biar puasa2 juga, orang kagak pulang kampung 6 minggu, ketemu tiap hari itu2 melulu mo kayak nenek lampir kek apa kayak orang ngeden… kalo udah cinlok kayaknya tetep aj cakep. Serunya (apa guobloknya) tuh orang udah ketangkep di danau eh… masih ngelakuin di situ lagi, ampe ketangkep dua kali (mo nyari tempat laen gak punya modal kali yah). Hehehe…..
Kasih info donk bagi temen-temen yang udah pada PIM IV,saya lagi ikut PIM IV n lagi berjalan 1 Minggu