Dies Natalis 50 Unpad

Gak nyangka yak usia unpad udah 50th,  kalo  orang  seh usia  segitu dah dibilang Om atau Tante. Face boleh makin tua tapi jiwa-mah harus makin muda atuh! Di ulang tahun emasnya, Unpad emang lagi genit-genitnya lagi masanya seneng daun muda wk..wk..wk..wk!tawa ngakak  Gak percaya Unpad seneng daun muda!?

Semangat kebersamaan begitu terasa pada perayaan Dies Natalis 50 UNPAD,  Perayaan yang dimeriahkan oleh serangkaian gerak jalan santai, lomba karoke, lomba poco-poco, pentas seni, bazzar dan lomba tumpeng ini dilaksanakan pada hari Minggu (09/11/07). Dihadiri oleh seluruh keluarga besar Unpad mulai dari civitas akademika, pensiunan dan alumnus.

Gebyar kegembiraan dimulai saat lomba jalan santai dengan berbagai koregrafinya ini, mengambil start di Kampus Unpad Jalan Dipati Ukur Nomor 35 Bandung. Rute yang ditempuh, jalan Teuku Umar, Dago, Diponegoro, Aria Jipang, Surapati, Panatayuda, Hasanudin, dan finis-nya kembali ke jalan Dipati Ukur. Kegiatan dilanjutkan dengan berbagai lomba, dan pentas seni yang dilaksanakan di Gedung Aula Sanusi Hardjadinata Unpad.

Bicara soal daun muda, saat ini di Unpad yang jadi rektornya adalah seorang anak muda yang dulu dikenal sebagai sosok aktivis mahasiswa dan vokalis pramuka, yang untuk memenuhi dahaga intelektualismenya doi sampe harus melalang buana hingga ke negeri antah berantah (baca: paris). Daku pikir emang sudah saatnya para kaum muda Unpad untuk dapat memimpin institusinya sendiri. Emang sih saat ini di Unpad sudah banyak kaum muda yang menjadi pemimpin, hanya untuk pimpinan administrasi, khususnya eselon III sepertinya masih didominasi oleh kaum tua.

Kemunculan kaum muda sebagai pemimpin diharapkan dapat memberikan nuansa lain dalam kepemimpinan institusinya. Pemuda, dengan kelebihan energi-nya dibandingkan  yang tua, dipastikan lebih memiliki keinginan untuk maju, semangat dan cita-cita. Namun jika membandingkan pengalaman, memang  keok dengan kaum tua. Namun dengan semangat dan idealisme, kepemimpinan pemuda diharapkan dapat lebih menggigit dan semangat lebih untuk maju. Misalnya, dengan masuknya para kaum muda dalam berbagai jabatan eselon, diharapkan lebih mampu menjabarkan dan melaksanakan titah pemimpin muda lainnya yang menjadi atasannya, karena kaum muda lebih punya taste dan obsesi! (baca: sutradara baru).

Yang tua bukan berarti tidak mampu, malah kita harus banyak belajar dari mereka! Namun melihat kondisi saat ini, dengan tantangan yang lebih besar (visi Unpad: “menjadi universitas unggul dalam penyelenggaraan pendidikan kelas dunia) tentunya diperlukan energi besar dan pemikiran lebih segar. Kaum muda biasanya melihat dengan lebih bersemangat, termasuk membawa perubahan dan menginginkan perubahan dalam waktu singkat!

Karenanya Unpad perlu darah segar di setiap otot sendinya, agar diperoleh pemikiran yang segar, tidak saja untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan besar yang hadapi Unpad, tapi juga agar Unpad dapat menjadi garda terdepan kesadaran akan perlunya bangsa ini mulai memercayakan kaum mudanya untuk memimpin. Mereka adalah pihak yang paling siap untuk menjawab tantangan bangsa ini; bukan sekadar wacana yang dikembangkan banyak pihak, tetapi langsung diimplementasikan di lapangan.

Maksud dan harapan Ballax sih, ditahun emasnya Unpad please…, jadikanlah moment untuk start memberi kesempatan kepada kaum muda mendominasi semua pos, semua eselon. Bukannya mau durhaka ma orang tua, dengan melarang orang tua untuk tampil, paralun teuing! Namun kita sedang membutuhkan semangat baru untuk lebih memperbaiki institusi ini. Kaum muda yang berpikiran lebih idealis diperlukan untuk mengisi pos kepemimpinan, khususnya kepemimpinan eselon III untuk membuat gebrakan!

   dream’s, Ballax_69

 back to cover!

 

 

~ oleh ballax di/pada April, 2008.

Tinggalkan Balasan