RCC berduka-cita

Disaat duka ini belum beranjak terbang-menghilang, kesedihan telah kembali datang. Salah seorang anggota kita pun t’lah berpulang!

Selamat jalan Brother pergilah dengan tenang. Apa yang tlah kau perbuat untuk RCC, percayalah takan mudah hilang dalam ingatan kami!

Dari ceritanya ada yang membuat kami bertiga takjub. Bahkan sang Ketua Umum tampak di sudut matanya berlinang air mata:shock:


IN MEMORIAM BRO DEDEN SAMBAS

Saat itu penulis sedang bertiga bersama Bro Ketu & Kadiv Touring di atas sebongkah batu besar sebesar truk gandeng membicarakan hal-hal yang ringan seputar masa depan RCC. Pemandangan di atas sana terasa luas, bernapas pun terasa lapang, udaranya yang sejuk, segar, sungguh nikmat saat kita hirup dalam-dalam hingga memenuhi rongga paru2 yang dalam keseharian selalu dipenuhi asap kenalpot dan rokok itu. Ssssst uogh… segar dan nikmat, asik memang!

Di atas sana, walau sesekali terdengar teriakan dan jeritan kegembiraan dari para Brothers and Ladies bikers RCC yang tengah diuji nyalinya, pembicaraan hangat kami tetap berlanjut hingga terlihat lambaian tangan seseorang yang tengah berlari kecil dari arah jalan masuk perkemahan bumi Ranca Upas mendekati kami bertiga yang sedang kongkou di atas sebongkah batu besar. Saat tepat berada di bawah, penulispun sembari tetap duduk menjulurkan tangan untuk membantunya menaiki batu dari arah depan. Dengan sigap uluran tangan penulis-pun disambutnya. Hanya dengan satu hentakan, Bro Deden telah berada di atas batu yang langsung saja menyalami kami bertiga sembari melapor atas keterlambatannya.

Dari ceritanya ada yang membuat kami bertiga takjub. Bahkan sang Ketum tampak di sudut matanya berlinang air mata (red: sory, belum sempet ditanyain ma Ketua umum seputar tangisnya. Apa karena sedih & terenyuh denger cerita kenekatan Bro Deden untuk bisa hadir pada perhelatan persami tersebut, atau karena matanya kelilipan kemasukan debu? Teuinglah!).

Bro Deden adalah pegawai honorer Unpad Jatinangor dan masih berstatus calon anggota dari chapter Jatinangor. Namun dalam setatusnya tersebut, terlihat nyata Bro Deden sudah memiliki kesadaran, kecintaan, kasih sayang dan komitmen untuk menjadi bagian dari cita-cita RCC membangun solidaritas pegawai di lingkungan institusinya.

Karena komitmennya tersebut, walau merasa ditinggal temannya, dan tidak dapat berkendara motor karena tabungannya masih belum cukup untuk membelinya, bro Deden tak lantas berkecil hati dan mengurungkan niatnya untuk hadir pada kegiatan Persami RCC di Ranca Upas.

Bro Deden pun lantas menyusul ke DU 35, dan mendapati kenyataan bahwa group riding yang dicarinya telah berangkat beberapa menit sebelum dia tiba. Lantas Bro Deden pun menyusul berbekal informasi yang menyesatkan dari seorang Satpam yang sok tau, bahwa Group riding RCC menuju Lembang, sementara penyerantara temannya yang coba dihubungi tidak juga menjawab. Bro Deden pun lantas meneruskan pencariannya dengan berkendara umum menuju arah Lembang.

Sesampainya di sana dan mendapati informasi tak seorang klub pengendara bermotorpun yang lewat, Bro Dede pun kembali mengandalkan HP bututnya yang Alhamdulilah temannya yang diseberang menjawab. Bro Deden pun lantas kembali turun gunung… endingnya yak ketemu kami bertiga itu.

Itulah terakhir penulis mengenal dan bertemu wajah dari dekat dengan almarhum, terakhir penulis mendengar bahwa almarhumpun sempat menolong sister yang kecapean untuk membawakan kendaraannya.

Sekarang Bro Deden Sambas telah berpulang dipanggil yang kuasa, walaupun kepulanggannya bisa saja sebagai akibat keteledorannya saat berkendara tidak menggunakan Helm full face. Namun terlepas dari semuanya ada yang kita para anggota bisa pelajari, yaitu seputar KOMITMEN.

Berkomit untuk menjadi anggota Klub bermotor RCC, hendaknya harus rela berkorban seperti yang sudah almarhum tunjukan, namun juga jangan lupa dengan mematuhi aturan lainnya, khususnya safety riding!!!


PRO: BRO DEDEN SAMBAS


Dengan lesuh kau berbaring di tempat tidur
Belaian sayang di tanganmu pun terukir dari para anggota
yang penuh duka dan kesedihan melihat kesakitanmu
Kini tiba saatnya berpisah, napas terakhir telah terhempas
pertemuan sekilas, kisah bahagiapun terkelupas
Kami semua iklas melepasmu… walau dengan berat hati
Terimalah penghormatan kami sahabat, lewat derungan suara kenalpot sebanyak tiga kali yang memekakan telinga
sebagai salvo mengiringi perjalanan terakhirmu!!!

dalam acara pelapasan mu


Innalillahi Wainna Ilaihi Roji’un. Telah berpulang Brother Deden Sambas, menjelang pagi di RS Hasan sadikin.
An. Keluarga Besar RCC UNPAD turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, semoga arwah almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, Amien.


ballax 69

back to cover!

~ oleh ballax di/pada Agustus, 2008.

Satu Tanggapan to “RCC berduka-cita”

  1. hik..hik.. met jalan coi! Semoga Allah melapangkan kuburmu, dan mendamaikan hatimu.

Tinggalkan Balasan