FamGath Biker’s Unpad
Akhirnya tiba juga kesempatan itu, saat Ketum RCC memutuskan bahwa acara halal-bihalal selepas puasa bulan Ramadhan Tahun 1429 Hijriah kemaren, akan dilaksanakan RCC dengan tema ‘1st Family Gathering’. Terbayang sudah disegenap benak anggota kemeriahan yang lain dari biasanya. Yang biasanya bersenang-senang secara individu atau pribadi, sekarang bersenang-senang dengan seluruh keluarga para bikers. “Maksud gw di sini adalah para biker’s RCC dapat serta mengajak bradenya masing-masing, baik istri, anak, dan handai tolannya. Eh ada nggak yach, nyang nekat bawa rantang!?”
‘1st FAMILY GATHERING’ RCC UNPAD
Kemeriahan yang terbayang dari acara Family Gathering ini, yaitu recetnya suara anak2 kecil segede jempol tangan berseliweran di depan kita (kalo dilihat dari jarak 100m tentunya), bercanda dan menangis dengan teman sebayanya, istri-istri para bikers berkumpul bergosip-ria, dan para anggota pria yang mendadak jadi alim gak berani liat kanan-kiri. “He hee… takut ban sepeda motornya dikempesin bini kalee…!”
Acara dengan tema Family Gathering, dipastikan dapat memberikan suasana keakraban dan kekeluargaan yang kental, tidak hanya diantara para anggota tapi juga dengan segenap keluarga anggota. Acara FamGath tersebut juga bisa dianggap sebagai bentuk ucapan terima kasih pengurus terhadap dukungan yang telah diberikan keluarga para Anggota, mengingat mereka juga punya peran dengan memberikan kepercayaan terhadap suami/istri-nya untuk bergabung, bepergian dengan RCC-Unpad.
Namun sangat disayangkan acara halal bihalal yang bertemakan “1st Family Gathering Perdana RCC” tersebut. Pada saat hari H nya, yaitu hari Sabtu, tanggal 18 Oktober 2008 yang mengambil start di basecame kami, DU 35 Bandung. Anggota yang membawa serta anak, istri atau keduanya, hanya sekitar sepuluh orang, dari 47 peserta touring FamGath tersebut. Itu pun termasuk empat orang pengurus yang dicurigai bawa-bawa rantang sebagai boncenger.
Keengganan anggota untuk membawa serta anak-orang, eh anak-istrinya pada acara FamGath Perdana RCC tersebut, yang mengambil lokasi di daerah Ciranjang-Cianjur, tepatnya di rumah bro Yosep, disinyalir karena adanya isu rute dan medan yang akan ditempuh melalui jalan melingkar yang tidak terlalu mulus, dan waktu tempuh untuk mencapai tujuan bisa nyampe lima jam, waktu istirahat dilokasi-pun ditakutkan jadi terlalu pendek dan tidak cukup untuk memulihkan kondisi fisik anak-anak para bikers jika sekiranya dibawa serta. Apa lagi jika harus melewati gelapnya malam disaat kembali pulang.
Ternyata rute yang ditempuh terbukti makan korban, dengan adanya beberapa kendaraan anggota yang mengalami kerusakan, termasuk punya Kadiv Touring. Rusaknya kendaraan bro Ofik Jomblo Kadiv Touring ini sekaligus membuka rahasianya! Apaan tuch!? “Mo pada tau? baca terus deeee…!!!
1st FAMILY GATHERING RCC UNPAD
Para peserta tampak sangat antusias sekali untuk menghadiri acara Family Gathering Perdana RCC ini, hal tersebut ditandai dengan mulai berdatangannya peserta di basecamp kami, parkir utara depan Rektorat Unpad mulai pukul 07.30 wib. Tampak para bikers pria ditemani boncenger, diantaranya ada Bro Hendra yang tampak membawa serta buah-hatinya, begitu juga para ladies biker tidak mau ketinggalan, membawa serta buah da..danya!
Sambil menunggu kehadiran anggota lainnya, para peserta group touring FamGath pun mengobrol sambil memeriksa kelengkapan kendaraan sepeda motornya. Tepat pukul 08.00wib peserta touring terdaftar sudah berkumpul semua, termasuk dua buah kendaraan roda empat yang dipergunakan Ladies Oom, dan Bro Tatang untuk membawa serta masing2 anggota keluarganya.
Bro Ballax yang celingukkan karena tidak melihat sedikitpun batang hidung Bro Adhi dan Ladies Mei, mendapatkan informasi dari Ketum kalo Bro Adhi tidak bisa start bareng anak-anak, sehubungan masih perlu waktu beberapa jam lagi buat mendinginkan amarahnya Ladies Mei yang sudah berlangsung sejak tengah malam. “Hiiii… kebayang, hilangnya barang suvenir berupa kaus RCC yang diambil Bro Adhi selepas isha, saat ditaruh diboncengan Tigernya, yang sedianya kaus tersebut ingin dibagikan Ladies Mei kepada para Anggota RCC secara cuma-cuma, sudah pasti bisa membuat Sister Mei marah besar dan menangis seperti orang kemasukan. “Sweer… bro! jangan lupa Ladies Mei itu orangnya paling perhatian dan sayang sama klub RCC, gak beda jauh dech sama gue!!! Jadi kejadian hilangnya kaus sebanyak itu, dan udah dicari bolak-balik pe tengah malam, trus gak ketemu juga, wah gawat… pasti malem itu suasana di rumah Bro Adhi mencekam, jangan-jangan piring di rumahnya pada beterbangan!” Sekum Bro Iday yang mendengar musibah itu-pun gleng-gleng kepala ajeb-ajeb serasa di tempat dugem, merasa prihatin, dan menganggap hal tersebut sebagai pertanda yang tidak baik buat perjalanan RCC kali ini. “Ter…la..lu!”, gumamnya pelan.
Sekitar jam 09:00, setelah pembacaan doa bersama yang dipimpin Bro Tatang, gorup touring pun dilepas Ketua umum. Dengan dipimpin Bro Dian Ellay dibawah pengawalan para Sweeper group touring-pun berangkat tanpa pembagian klotur menuju lokasi acara di daerah Ciranjang-Cianjur, tepatnya di rumah Bro Yosep. Jalur yang dilalui para biker’s menuju tujuan, diantaranya …… yang lumayan macetnya, namun beberapa saat sebelum memasuki daerah Waduk Cirata kemacetan-pun sudah tidak tampak, yang terasa hanya panasnya terik sinar matahari yang menyengat. Namun keindahan alam Waduk Cirata dengan danaunya yang tampak luas, ditambah semilir anginnya, dirasakan sejuk hingga mampu mengusir panasnya sengatan matahari ditempat tersebut. Di tempat itu pula para biker’s memarkir kendaraannya untuk beristirahat.
Waktu yang ada pun dipergunakan para bikers untuk duduk-duduk berteduh, menikmati pemandangan, menikmati rokok, dan menikmati segelas kopi yang disuguhkan si Ibu pedagang yang mangkal di situ. Tak lama kemudian Ladies Oom dan Bro Tatang, yang masing2 mengendarai kendaraan roda empatnya menyusul. Merekapun ikut bergabung beristirahat dibawah rindangnya pepohonan yang cukup memberikan keteduhan. Oh ya, rangsum yang dibawa Ladies Oom pun berupa kue – kue kecil manis, gorengan, dan lepeut langsung diserbu para bikers yang kelaparan dan hanya menyisakan daun pisang pembungkusnya saja. Tawa dan canda Anggotapun sesekali membahana disekitar tempat itu.
Sementara Bro Ballax yang duduk bersandar pada tiang pagar besi, dengan sebatang rokok ditangannya nampak menahan kantuk. Namun sejuknya belaian semilir angin yang melewati danau Cirata telah menghantarnya ke alam mimpi. Ngantuknya Bro Ballax selama diperjalanan bukannya tanpa alasan. Rencana kepergiannya bersama Anggota RCC, rupanya telah membuat sang istri di rumah berang dan cemburu berat terhadap sepeda motor yang akan dinaiki Bro Ballax seharian. Ancaman sang Istri yang akan ngempesin ban sepeda motor, apa bila tuntutannya tidak dipenuhi, membuat Bro Ballax mengalah, dan terpaksa memenuhi tuntutan tersebut. Malam itu juga terpaksa menemani istri bgadang hingga larut pagi, “kalo besok harus ngantuk, ngantuk dach!” gerutunya sambil tancap gas…uch ach uch!
Dalam lelahnya selama diperjalanan, dalam kantuknya seletelah seharian melek bareng istri, dalam keprihatinan terhadap nasib sahabatnya yang kehilangan sovenir, dalam tidurnya di siang bolong tersebut, Ballax bermimpi. Ikut-ikutan nyari setumpuk kaus yang terjatuh dari boncenngan motor tiger bro Adhi hingga tengah malam. Namun setelah bolak-balik semalaman menyusuri jalanan yang sebelumnya dilalui tiger bro Adhi tak juga membuahkan hasil, mereka berdua-pun kembali laptop eh … kerumahnya diikuti Bro Ballax yang memutuskan untuk ikut nebeng bobo di sana.
Namun menjelang dini hari, Badan miss Pingky panas banget. Panas yang tidak seperti biasanya. Sebelumnya memang sudah ada tanda-tanda bakal sakit, yaitu setelah semaleman bolak-balik menyusuri jalanan, mencari setumpuk kaus RCC yang hilang tanpa diketahui rimbanya. Waktu bro Adhi Sahabatnya itu menyentuh jidat miss Pingky istrinya, rasanya panas sekali seperti memegang jagung yang baru direbus. Sahabatnya yang kaget terus memegang pipi miss Pingky, ke lehernya juga, ke perutnya juga… ih, kena udelnya tuch! He hee…
“Pasti kamu sedang sakit,” tebaknya. “Tapi sakit apa?”. Selain badanya panas, miss Pingky juga mendadak mengingau yang aneh-aneh. Suasana jadi tambah mencekam. “Lihat itu… lihaaaat…!” miss Pingky gemetar sambil menunjuk ke sudut ruangan kamar. “Lihaaat itu…!” “Dady gak lihat apa-apa, Mah?” “Sama…!” jawab miss Pingky pendek. “Ih serius dong mah, takut nich…”. Ujar bro Adhi. Bro Ballax yang melihat kejadian itu, menyarankan agar miss Pingky dikompres aja pake air dingin. Bro Adhi kemudian cepat-cepat mengambil mangkuk yang diisi air es dan waslap untuk mengompres jidat miss Pingky. “Jidatnya, di kompres ya Mah?” Tanya bro Adhi. “Kompres pake air apa?” tanya miss Pingky sambil matanya terus terpejam. “Air es!” “Ada yang rasa melon nggak?” Bro Adhi bengong. Tapi namanya juga orang sakit, apa lagi kalo sakitnya seperti kemasukan, kalo nggak diturutin malah salah. Bro Ballax pun cepat-cepat ke dapur berusaha membantu sahabatnya itu dengan mengambilkan sirup rasa melon, dan menambahkannya ke mangkuk yang sudah berisi air es dan waslap. Jadilah miss Pingky dikompres pake air sirup dingin dipagi hari itu. Alhamdullilah nggak sampei sepuluh menit jidat miss Pingky sudah dikerubutin semut.
Semut itu pula yang ternyata membangunkan mimpi buruk Bro Ballax di siang bolong. Semut-semut yang berkerumun disekitar mulut Bro Ballax yang menganga penuh iler, serta merta berlarian entah kemana, bahkan sebagian tampak ada yang tertelan.
Tak lama kemudian terdengar suara Ketum yang menginstruksikan agar para bikers yang tampak sedang berfoto bersama untuk bersiap-siap. Para bikers pun serentak kembali ke tunggangannya masing-masing. Kembali menyusuri jalanan di bawah panas terik matahari yang terasa semakin menyengat.
Beruntunglah bagi bro Ballax, sesaat sebelum motornya keausan, Bro Dian Ellay memberi tanda para bikers untuk terlebih dahulu memberi minum tunggangannya masing-masing. Saat memasuki Pom Bensin, para bikers tampak ijo melihat petugas pom bensin yang terdiri dari mahluk manis, cewek-cewek bercelana levis ketat yang memperlihatkan bokongnya yang tampak bulat padat. Para bikers yang sudah keausan menahan panas teriknya matahari selama perjalanan, di pom bensin hanya bisa menelan ludah ngiler.
Ballax yang ikut antri untuk mengisi full tangki FU150nya, mencoba mengusir rasa penat dengan bertanya ke salah seorang cewek bensin (cewek penunggu bensin, maksudnya). “Hai, saya Ballax. Kamu manis sekali. Jujur saja, liat kamu saya jadi pengen isi penuh tangki motor ini.” Cewek itu hanya tersenyum. “Eh tapi kasih bonus ya… ?” “Bonusnya apa?” Cewek itu menjawab tampak penasaran. “Kalo gak ada kulkas, tv dan sebangsanya nggak apa-apa dikasih no hp juga, mau kho!” Sambil mengisi bensin kendaraan Ballax, cewek itu kembali tersenyum. Ballax mulai ge-er, tapi kemudian cewek itu menjauh sambil tak lupa melempar kerling nakal disudut matanya, mendekati kendaraan yang lain. “Namanya juga usaha bro, he hee..!” Ballax cengengesan, saat melihat anggota lainnya yang ternyata sedang memperhatikannya, jelous!
Saat akan keluar dari Pom Bensin yang dihuni mahluq-mahluq manis nan sexy tersebut. Bro Ballax melihat dimulut Pom Bensin, Bro Endut yang sepertinya kesulitan menghidupkan kendaraannya. Di tempat itu pula, tempat yang tak jauh dari pom bensin, tepatnya di bengkel daerah Cikalong Kulon Cianjur, Bro Ballax bersama Ketum menemani kendaraan Bro Endut yang sedang diperbaiki montir, sekalian menunggu anggota lainnya yang diperkirakan nyasar hingga tertinggal jauh di belakang. Sementara Bro Ellay diperintahkan Ketum memimpin anggota lainnya menuju tujuan.
Setelah cukup lama menunggu di bengkel tersebut, akhirnya para anggota yang salah ambil jalan, dibawah kawalan Bro Ofik Jomblo yang keperjakaannya diragukan Ketum dapat kembali ke jalan yang benar. Baguuu…us!
Banyaknya anggota yang tertinggal, karena mengalami kendala pada kendaraannya dan salah ambil jalan, menjadi cacatan merah perjalanan RCC pada touring halal bihalal 1st family gathering tersebut. Sehingga tindakan disiplin terhadap anggota divisi touring pun dengan berat hati dilakukan. “Ayo phus-up bro, satu… dua! satu… dua! satu …!”
Setelah hampir satu jam perbaikan dilakukan montir pada kuda besi Bro Endut GL100 “82 yang mengalami masalah pada CDI-nya, dan para bikers yang tertinggal sudah kembali berkumpul, perjalanan pun kembali dilanjutkan di pimpin Bro Ofik Jomblo. Namun tak sampai satu kilometer saat di atas jembatan, nampak sang RC yang juga TC pada group touring tersebut mengalami kendala pada tunggangannya. Bro Ballax yang hendak menepi dan mengucapkan selamat …
mendapati signal Ketum yang tengah memacu kendaraannya dari arah belakang, agar rombongan tetap melanjutkan perjalanan. Jadilah sang Ketum memimpin rombongan diiringi para anggota meninggalkan Bro Ofik yang ditemani Bro Okeu bersama anggota lainnya di atas jembatan.
Ketum yang menggantikan tugas Bro Ofik Jomblo memimpin rombongan. Saat melewati tikungan badannya meliuk-liuk miring kekiri dan kekanan, bak Angsa di kuali. Namun sayang liukannya tidak diikuti kendaraannya, he hee…! Tapi walupun begicuh… doi ternyata mampu menjaga larinya Kawasaki Athelet agar KM-nya tidak terlalu under saat melahap tiap tikungan. “Bravo lah buat Ketu…!”
Akhirnya Klotur yang dipimpin Ketum pun tiba di tujuan saat waktu menunjukan pukul 14:00 kurang, setelah mengalami keterlambatan sekitar satu jam sehubungan tunggangan tua Bro Endut yang mengalami masalah pada CDI-nya. Namun saat melirik kebelakang, ternyata ada tiga orang anggotanya termasuk seorang boncenger yang tertinggal. Rupanya kuda besi Bro Endut, Bro Denda dan Bro Ardhi tidak mampu mengejar larinya kuda besi Ketu.
Akibatnya ke empat bikers itu-pun nyasar dan hilang entah kemana. Sampai berita ini diturunkan, ke empat biker’s RCC itu-pun belum ditemukan! Untuk itu bagi masyarakat yang melihat anak-anak bikers tersebut, dengan ciri-ciri dibelakang jaket yang mereka kenakan ada tulisan “JAKET RCC INI BELUM LUNAS!”. Tolong hubungi secepatnya Riau 11, ada hadiahnya!!!
Sementara ditempat lain, tepatnya di atas Jembatan Sirotol Mustazim, Bro Ofik Jomblo yang rupanya tidak berhasil merayu Kuda besinya untuk terus menemaninya berlari, merajuk minta didorong sweeper Bro Okeu. Keinginan Bro Ofik agar kuda besinya di step ini sekaligus membuka rahasia tunggangannya! “Ternyata kuda besinya tidak bisa jalan kalo aqu-nya mati! Beruntunglah kuda besi anggota lainnya tidak seperti itu, khususnya tunggangan Bro Ballax walau aqu-nya juga mati, namun kuda besinya tetap dapat berlari kencang dikuti beberapa anggota lainnya mengejar lajunya Kawasaki-Athelet yang dipacu Ketum hingga di atas 100km. “Awas… awas, ketum lagi test drive euy!!!
Bro Okeu pun dengan terpaksa menemani, mengeloni, hingga mendorong-dorongnya. Buat Bro Okeu sendiri sepertinya ibarat kata pepatah! “Si Buta dari Gua Hantu jalan kaki, terus nyebrang kali. Artinya: Cape … lagi!” He hee…, habis disuruh phus-up sama RC, sekarang disuruh bantu dorong cbr doi lagee…. kacian de lo!
Tiba dilokasi, tepatnya di rumah leluhur bro Yosep ternyata sungguh supraise. Bro Ballax yang melihat-lihat keadaan sekeliling, tenang dan damai rasanya. Rumah yang besar tampak nyaman. Pekarangan dengan kebunnya yang luas ditambah beberapa kolam ikan sungguh memberikan nuansa yang, gimanaaa gichu…! Suasana di lokasi yang begitu tentram terasa menyambut kehadiran rombongan yang dipimpim Ketum sendiri.
Setelah bersih-bersih, rombongan pun langsung menyerbu hidangan yang tersaji dan nampak masih tersisa banyak, walau sudah diserbu rombongan yang telah lebih dahulu sampai di bawah pimpinan RC Bro Dian Ellay. Selepas makan, beristirahat, sambil menikmati kue-kue kecil dan meminum air mineral, acara dibuka MC, dan sambutan pun disampaikan oleh Ketum.
Sambutan Ketua Umum yang yang kalo gak salah denger, mengucapkan terima-kasih kepada para bikers dan lady bikers serta keluarganya yang ikut serta meramaikan acara halal bihalal ini. Kepada anggota yang telah membantu terselenggaranya acara tersebut. Kepada penghuni rumah dan masyarakat sekitar yang telah menyambut dengan segala keramah tamahannya. Kepada para petugas divisi touring yang telah mengawal para anggota dan keluarganya dengan selamat hingga sampai tujuan. Di sampaikan juga permohonan maaf Pengurus kepada para pejabat setempat dari RT sampai dengan lurah, dari anak kecil sampai orang dewasa, dari kelapa muda sampe janda muda, apabila acara halal bihalal yang bertemakan“1 St Family Gathering RCC” tersebut nantinya membuat kegaduhan hingga membuat orang mati bangkit dari kuburnya.
Family Gathering Perdana RCC, yang bertujuan tidak semata acara hura-hura atau kesenangan cuci mata saja. Tujuan utamanya adalah silaturahmi diantara para keluarga bikers, dan membuat keluarga para bikers atau lady bikers lebih mengenal tentang komunitas RCC dan tujuannya yang mulia, yaitu: “membangun kerukunan dan kebersamaan diantara keluarga para anggota”.
Selepas sambutan Ketua, acara yang bertemakan 1st Family Gathering RCC pun dimulai dengan band dangdut sebagai pengisi acara. Lomba pun di gelar Ketua dengan mempersilahkan anak-anak para bikers untuk adu goyang ndang-dut, adu nyanyi, adu ngocol, juga adu bagong. Anak-anak para bikers pun, tanpa ba-bi-bu langsung naik atas pentas mendekati artis yang tampak menor. Di bawah alunan lagu dangdut. Mereka pun unjuk gigi eh… unjuk goyang.
Acara terus berlanjut, dan berbagai lomba joget pun berhasil digelar. Untuk pemenang lomba joget dengan Kriteria joget ‘pasangan paling serasi dan romatis’, yang keluar sebagai juara adalah: Juara I Pasangan Bro Adhi dan miss Pingky; Juara II Pasangan Bro Ellay; Juara III Pasangan Bro Aroul; sedangkan sebagai juara harapan, adalah: pasangan Bro Ofik dan Bro Chamal yang tampak serasi dan mesra di atas panggung. Kita do’ain aja yook…!.
Untuk lomba joget dangdut perorangan, dengan kriteria ‘paling heboh, paling hot’ kembali nama miss Pingky disebut sebagai juara. Sebagai hadiah ketua pun berjanji akan mensponsori perjalanan miss Pingky apabila bersedia ikut kontes joget dangdut KDI.
Sementara untuk lomba nyanyi, berturut-turut dimenangkan oleh Bro Ellay, dan Bro Dedi. Sedangkan untuk lomba ngocol, tampaknya Bro Ellay kali ini mendapatkan saingannya. Dengan bermodalkan urat malu yang sudah putus, calon anggota baru itu pun berhasil menggantikan posisi yang selama ini ditempati Bro Ellay sebagai tukan ngocok perut.
Acara yang berlangsung hingga sore hari pukul 17:00, kemudian ditutup oleh Ketua Umum dengan ucapan terima kasih kepada peserta yang sudah mengikuti acara dari awal hingga selesai, dan juga ucapan terima kasih dari pengurus kepada panitia yang telah sukses melaksanakan acara tersebut. Ucapan terima kasih juga kepada penghuni rumah keluarga besar bro Yosep, dan masyarakat sekitar yang turut menonton, dan terucap keinginan bahwa acara Family Gathering ini insya Allah akan tetap diadakan untuk kedepannya, tentunya dengan konsep yang lebih baik dan diharapkan semua anggota Chapter dapat mengajak serta anak dan istrinya, dan kepada para istri untuk tidak mencemburui suaminya karena sudah disuguhi goyangan pantat artis. Harapan pengurus agar seluruh keluarga para bikers atau lady bikers senantiasa tetap mendukung pasangannya yang ikut bergabung sebagai anggota RCC. Amien..!
Terakhir acara ditutup dengan pembacaan doa, dilanjutkan dengan salaman sesama bikers. Jam berikutnya para bikers kembali harus melahap setiap kelokan, memacu adrenalin diantara padatnya kendaraan. Gelapnya jalanan, silaunya lampu kendaraan dari arah depan, diantara pasir dan debu yang berterbangan sempat membuat kendala bagi sebagian anggota. Ada terbesit, perasaan beruntung karena tidak membawa serta anggota keluarga saat menembus pekatnya malam yang terasa mencekam.
Dari samping tampak Sweeper bro Ellay trus memantau pergerakan anggota, bergerak gesit bak elang menyambar, ke depan – ke belakang, ke kiri – ke kanan, sambil sesekali memberi isyarat apabila ada anggota yang dirasanya berada dalam posisi yang rawan. “Bravo Coi… keep your job ok! Lu udah bikin kita2 tenang euy”
dream’s, Ballax_69



Bravo RCC… keep rolling… keep brotherhood EUY!!!
Sedih karena turing harus berakhir, kebersamaan selama sehari kayanya ga cukup. Jarang banget kita bisa ngumpul sama para bikers Unpad kaya gini kan??? Trim’s baca ceritanya seru, lucu abiez…!!! He he hee..
Thanks bwat RCC yg dah punya crita special bwat aq baca, walaupun keinginan Aq untuk turing bareng RCC lom ada jodonya juga.
You are my brother & sister….
Saya mau tanya only. Apa orang luar Unpad BOLEH ikut gabung klub RCC, syaratnya apa? Trims. Tolong kirim jawabannya langsung ke E-Mail saya.
Egain .. egain touring rcc ashik punya! Sayang gw gak bisa ikut! Lam hangat aja buat kapiten guanteung yang mempunyai pistol panjang…! Hehee jadi kaya teroriz
bro ketu jaket aq mana dong, kan udah lunas hehe………..
enggal atuh da kasep, tekedah disiksa hela ah!
titip pesen ya bwt bros n sists yg udh baca….
kade ah ulah kabawa ku sakaba kaba..komo ku jang ballax anu rada haneut kadang2,..engke bisi kabawa haneut pan bahaya pisan tah…biarkan ballax nu gelooo yang cageur mah tetap berlalu huahahhahahahaha…keep your smile, mate…and BE Happy…
dasar!!! ballax gelooooo….! jd kabawa-bawa tah.. jadi era uy hee..eh bro, bener bro..rada lucu uy.. naha teu bikin cerpen aj atuh bro? jadi dibagi 2 aja. bro…yang satu kisah asli tanpa selipan,yang satu lg baru bikin yang fiktifnya… jadi orang yang baca bisa milih tah..mau yang fakta atau mau yang dongeng.. trus tujuan lainnya spy org yg baca jg bisa tau tah letak kebenaran dan juga sisi heureuyna budak gelo bernama Ballax teh… jadi mun diibaratkeun mah, mun koran teh aya KOMPAS na (yg faktual dan akurat) plus ada edisi LAMPU MERAH (yg fiktif dan khayalan belaka) anyway, bro..overall sih lucu bro..yah lumayan lah daripada euweuh bacaan mah hee…
by the way,..kumaha tah bro tugas danus na? udh mulai apa belom tah? kade ahh..ulah rajin teuing ngurus blog engke poho menta dana tah bro..eta mah BERBAHAYA…panjang urusanna uy…!
_____
Sad Admin:
Danus rebez boz! Yg lainnya EGP!